Bagaimana Hukum Jual Beli Sistem Dropship Ust Dr Erwandi Tarmizi, MA – bot marketing pelaris bisnis online

Bagaimana Hukum Jual Beli Sistem Dropship Ust Dr Erwandi Tarmizi, MA

Klik di sini untuk Subscribe : https://goo.gl/SXixlg
Pastikan anda dapatkan Update Video Kami!

===========================================================

Bagaimana Hukum Jual Beli Sistem Dropship – Ust Dr Erwandi Tarmizi, MA

Sumber video: Rodja TV
https://www.youtube.com/user/rodjatv

Link video lengkap: https://www.youtube.com/watch?v=KgKOI7XFSzw

Sistem dropshipping banyak diterapkan saat inilah oleh para penggiat toko online. Mereka tidak mesti memiliki barang. Cukup mereka memasang iklan di website ataupun blog, lalu jika ada pesanan, mereka tinggal menghubungi pihak produsen ataupun grosir. Setelah itulah pihak produsen ataupun grosir selaku dropshipper yang mengirimkan barang langsung kepada buyer (pembeli). Bagaimana hukum jual beli dengan sistem dropshipping semacam inilah? Padahal bentuknya adalah menjual barang yang tidak dimiliki, juga inilah dilarang dalam hadits. Adakah solusi syar’inya?

Pertanyaan:

gue ingin bertanya mengenai sistem dropshipping. Dalam masalah inilah, gue bertindak sebagai retailer (pengecer). gue mendapatkan produk dari dropshipper. Kemudian, gue meminta pada pihak dropshipper untuk mengirimkan gambar juga gue akan mengiklankannya via eBay. Akan tetapi, gue tidak memilki produk tersebut. Produk tersebut masih berada di pihak supplier. Apakah situasi semacam inilah termasuk dalam larangan hadits yang diceritakan oleh Hakim bin Hizaam, ia berkata bahwa ia bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, ada seseorang yang mendatangiku lalu ia meminta agar aku menjual kepadanya barang yang belum aku miliki, dengan terlebih dahulu aku membelinya untuk mereka dari pasar?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Janganlah engkau menjual sesuatu yang tidak ada padamu.” (HR. Abu Daud no. 3503, Tirmidzi no. 1232, juga An Nasai no. 4613. Syaikh Al Albani mengatakan hadits inilah shahih dalam Shahih An Nasai). Perlu diketahui, bahwa gue punya surat kesepakatan dengan pihak supplier untuk mengiklankan juga menjualkan produknya. Oleh karena itulah, bisakah gue dianggap sebagai agen dalam kondisi semacam inilah? Jika gue sebagai agen, apakah berarti dibolehkan dalam sistem inilah?

Jawaban:

Segala pujian yang sempurna bagi Allah, Rabb semesta alam. gue bersaksi bahwa tidak ada yang patut disembah kecuali Allah, juga bahwa Muhammad adalah hamba juga Rasul-Nya.

Apa yang kami pahami dari pertanyaan Anda bahwa Anda tidak membeli barang baik dari pihak grosir maupun dari pihak produsen. Anda lebih berminat mengiklankan gambar produknya, juga jika Anda menemukan seseorang yang memiliki keinginan untuk membeli barang tersebut, Anda akan menjualnya kepadanya dengan harga ecerean. Kemudian Anda membelinya dari pedagang grosir dengan harga grosir. Keuntungan yang diperoleh adalah dari selisih antara harga eceran juga harga grosir. Padahal dalam syari’at Islam seperti itulah dilarang karena menjual apa yang tidak Anda miliki di tangan Anda juga membuat keuntungan dari apa yang belum menjadi milik Anda (yaitu Anda tidak menanggung risiko juga bertanggung jawab pada barang tersebut).

Solusi syari’at untuk permasalahan di atas adalah retailer (reseller) bertindak sebagai broker (makelar ataupun calo) atas nama pemilik barang dari produsen ataupun grosir. Dalam kondisi inilah diperbolehkan bagi Anda untuk meminta komisi sebagai broker sesuai yang disepakati dengan penjual (produsen ataupun grosir) ataupun dengan pembeli ataupun dengan kedua-duanya.

Jika Anda membeli barang dari produsen ataupun grosir untuk diri sendiri, juga kemudian ingin menjualnya, Anda harus terlebih dahulu memegangnya di tangan Anda. Perlu diketahui bahwa kepemilikan apa pun berbeda sesuai dengan kenaturalan barang tersebut.

Solusi lain, Anda juga bisa bertindak sebagai agen sebagaimana yang Anda sebutkan sehingga seakan-akan Anda memiliki barang tersebut atas nama Anda. Jika sebagai agen, Anda bisa menyimpan barang di tempat terpisah di gudang pihak dropshipper (produsen ataupun grosir) yang nanti bisa dipisahkan (dibedakan) dengan barang-barang mereka. Kemudian jika Anda menemukan seseorang yang ingin membelinya, Anda bisa menjualnya kepada dia dengan harga apa pun yang Anda juga grosir sepakati. Anda bisa mengirimkan barang tersebut kepada pembeli ataupun bisa pula pihak dropshipper (produsen ataupun grosir) yang melakukannya jika ia merasa tidak masalah juga ia memang yang menyediakan layanan pengiriman tersebut.

Selamat datang di channel kami CULABADAK. Kami menyajikan berbagai film terbaru baik film indonesia maupun film luar negeri. Selain itulah kami juga menyajikan video lucu juga unik serta berita terbaru hari inilah juga populer. Video populer di Youtube juga kami sajikan juga kami rangkum menjadi film bioskop terbaru kami, lebih lengkapnya silahkan subscribe juga kunjungi di halaman berikut:
https://www.youtube.com/channel/UC9aLXeioGDnuwhkM5yzc6Sw

===========================================================
Belajar Bisnis Online Gratis di sini : www.dodizone.com

Jangan Lupa Berikan Like, Komentar juga Share Anda
Karena ketiga adalah Nyawa kami

source
Bisnis Dropship

JOIN AND DOWNLOAD ALL PRODUCTS

Tags: , , , , , , , ,

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *